25.1.13

it ain't easy being a parent

yeap....melihat judulnya pasti semua berpikir, ahh ada lagi orang tua yang ngeluh. well! saya sih memang sudah tua (dibaca berumur saja yah) namun saya belum mempunyai pengalaman sebagai orang tua....mendamba seorang anak adalah impian saya, apalagi bisa dikaruniai kembar, its been a dream for long time. hanya saja dengan gaya hidup yang saya pilih sekarang nampaknya akan susah bagi saya untuk mewujudkan keinginan itu (at least untuk saat ini)

ok, kenapa saya ambil judul itu. ceritanya begini. saya adalah anak pertama dari dua bersaudara dan menurut orang tua saya, kami sudah cukup mewakili jadi tidak perlu ditambah lagi. saat ini kami sudah tumbuh dewasa namun masalah yg kami berikan/sodorkan ke orang tua kami cukup membuat mereka pusing tujuh keliling. maaf Pap, Mam, saya sedikit pun tidak pernah ingin membuat anda berdua kecewa.

Hari rabu kemarin (tgl 23 januari 2013) saya dan bapak saya tersayang (bapak R, yang terhormat) datang ke sebuah universitas non-negeri (ok, saya langsung aja bilang SWASTA) untuk menanyakan perkembangan studi adik kecil saya yang paling kami sayang, G. Saya baru menyadari ternyata bapak saya itu kurang mengikuti perkembangan pendidikan anak2nya. beliau tidak tahu kampus mana yg didatangi, jurusan apa anaknya yg kecil pelajari, dan tahun berapa dia masuk kuliah .... oooh itu sungguh sangat mengecewakan. setelah kita bertemu dengan bapak petugas TU nya yg bener (well gak bisa dibilang mudah untuk langsung menuju tempatnya juga.) kita jadi lebih kaget lagi. bapak itu menyodorkan salinan study adik saya selama ini dan nilai yg terpampang cukup mencengangkan...sebagian besar E . itu gila namanya, bunuh diri atau apalah sebutannya. gimana caranya dia kuliah sampe sang dosen harus memberi nilai E. dan yah sepertinya kesalahan bukan pada dosennya sih (mau meng-otak2an juga gak enak hati, mending makan otak2 aja lah).

separah itukah adik saya sampai sampai saya harus menutup muka saya karena merasa tertekan sekali dengan nilainya? trus apa guna dia kuliah selama ini? tidak ada jawaban keluar dari mulut sang empunya cerita. hanya keinginan yg sungguh2 (untuk saat ini, sepertinya loh) untuk bisa menyelesaikan studi. DAAAAH, itu sih sama dengan masuk kuliah semester awal lagi dong. setelah semua yg sudah dia minta, dan itu semua belum cukup?? saya bener2 harus bilang WOW kali ini, tanpa koprol aja yah.

masalah ini sempet runyam ketika bapak, dengan rasa ketidakpuasannya mencoba untuk menginterogasi adik tersayang itu. ada kekesalan yang teramat sangat di mata bapak saya...parahnya hal itu malah ditangkis oleh (lagi2) sang empunya masalah dengan melimpahkan kesalahan ke ibunda yang menurut dia, kurang mendukung dari segi finansial..WOW, bisa banget yah alasannya. yup dan sejak saat itu rumah sunyi senyap. si adik memilih untuk tetap berada di kamar sementara orang tua nya lebih memilih untuk ya-sudahlah-terserah-kamu-kinda style. berkali2 bapak memaksa saya untuk mencari tahu keinginan si kecil, but sorry sir anda salah orang, bukan saya yg bermasalah saat ini.

hingga malam ini, akhirnya orang tua saya memutuskan (masih) membayar uang kuliah semester ini. yup.....maaf kalo saya bilang ini tapi saya BENCI SEKALI dengan keputusan itu. tapi ya sudahlah, orang tua sudah bertitah jadi terserah mereka. saya juga sudah memutuskan untuk tidak mau terlibat lagi.

ya ini yg saya maksudkan..di satu sisi orang tua berkewajiban menuntaskan standart pendidikan di dunia namun ketika mereka melakukan itu, penentang terbesarnya justru dari anaknya yang lain. ada perlakuan yang tidak sepadan disini.ini aja anaknya baru 2...bagaimana dengan yang 5 orang atau lebih yah?.

and yes, ternyata sepintar apapun anda, belum bisa menjadikan jaminan bahwa anda layak dan mapu menjadi orang tua yang baik buat anak2 anda kelak. tapi saya masih ingin merasakan bahagianya menjadi seorang ayah. menikmati dan mengamati  pertumbuhan anak2 saya kelak. menjadi figur yang jauh lebih baik dari apa yang sudah saya alami sekrang (orang tua saya hebat kok, hanya saja blum pas di hati saya). saya yakin Tuhan punya jawabannya kenapa saya merasa terbebani saat ini. hanya saja kadang, sisi manusiawi, saya ingin sekali Tuhan itu datang dan menjelaskan..'Ini loh dito, anak KU, apa yang harus kau lakukan demi keluargamu). saya juga tidak mengartikan bahwa saya tidak percaya dengan Tuhan, hanya saja...secara logis...ketika pesan itu disampaikan secara langsung pastinya akan mudah dicerna.

Papa Mama, saya mengerti bagaimana anda berdua berjuang dengan segenap daya dan upaya untuk memenuhi apa yang kami inginkan. bukan saya tidak ingin mengerti atau memahami tapi kadang bersikap tegas itu perlu dan semua dilakukan dengan terarah.dan saya ingin sekali anda bisa berbuat tegas dan adil sebagai contoh untuk kami anak2 kalian dalam kami nanti menghadapi kondisi yg jauh lebih buruk. dan teruntuk adik saya tercinta, seberapa besar saya membenci kamu...tetap saja kamu adik kecilku satu2nya yg wajib aku jaga. semoga ini bisa jadi sebuah lesson to learn buat kamu kedepan...tidak boleh ada setengah hati, tidak boleh ada main2.

hugs and kisses
Dito

No comments:

Post a Comment